Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia.
Koronavirus merupakan virus beramplop dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar antara 27–34 kilo pasangan basa, terbesar di antara virus RNA yang diketahui. Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona yang artinya mahkota, yang mengacu pada tampilan partikel virus (virion): mereka memiliki pinggiran yang mengingatkan pada mahkota atau korona matahari.
PENEMUAN
PENEMUAN
Koronavirus ditemukan pada 1960-anVirus yang paling
awal ditemukan adalah virus bronkitis
infeksius pada ayam dan dua virus dari rongga hidung manusia dengan flu biasa yang kemudian diberi nama human
coronavirus 229E dan human
coronavirus OC43. Sejak saat itu, anggota koronavirus yang lain
mulai diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004, HKU1 pada 2005, MERS-CoV (sebelumnya dikenal sebagai 2012-nCoV) pada 2012, dan SARS-CoV-2 (sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV) pada 2019;
sebagian besar dari virus-virus ini terkait dengan infeksi saluran pernapasan
yang serius.
KORONA VIRUS PADA MANUSIA
Koronavirus diyakini menyebabkan 15-30% dari
semua pilek pada orang dewasa dan anak-anak. Koronavirus menyebabkan pilek
dengan gejala utama seperti demam dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan adenoid, terutama pada musim dingin dan awal musim semi. Koronavirus
dapat menyebabkan pneumonia, baik pneumonia virus langsung
atau pneumonia bakterial sekunder, dan dapat menyebabkan bronkitis, baik bronkitis virus langsung atau bronkitis
bakterial sekunder. Koronavirus manusia yang ditemukan pada tahun 2003,
SARS-CoV, yang menyebabkan sindrom pernafasan akut berat (SARS), memiliki
patogenesis yang unik karena menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas
dan bawah Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau
mengobati infeksi koronavirus manusia.
Tujuh galur koronavirus manusia yang saat ini
diketahui:
1. Human
coronavirus 229E (HCoV-229E)
2. Human
coronavirus OC43 (HCoV-OC43)
3. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat (SARS-CoV)
4. Human
coronavirus NL63 (HCoV-NL63, New Haven coronavirus)
6. Koronavirus terkait sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV),
yang sebelumnya dikenal sebagai novel coronavirus 2012 dan
HCoV-EMC
7. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2),
sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV atau "novel
coronavirus 2019"
Koronavirus HCoV-229E, -NL63, -OC43, dan
-HKU1 terus beredar dalam populasi manusia dan menyebabkan infeksi pernapasan
pada orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia.
APA YANG SEBAIKNYA KITA LAKUKAN UNTUK MENGHADAPI KORONA VIRUS
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah
cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV.
Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik.
Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan,
pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan
menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam
transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa
membersihkan tangan dengan hand sanitizer.
Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal
60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan
setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang
sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting
dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.
2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk
mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan
masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya
terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker
ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna
pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna
putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih
terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari
udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman,
namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit
infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi
orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang
pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang
khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang
sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski
demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun
relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah
maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut
penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan
sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang
menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya
berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda
disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan
buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa
lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi
minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari
penularan virus Corona.
4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini
juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan,
Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah
terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura,
Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak
bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau
berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.
5. Menghindari kontak dengan hewan yang
berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar
dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu,
hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging
atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari
mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai
lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke
Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus
Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar
dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. Anda juga
bisa mencoba mendeteksi risiko Anda terkena virus Corona dengan klik gambar di
bawah ini.
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa
menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam,
pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit
infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah,
sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang
bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
- Demam (suhu tubuh
di atas 38 derajat Celcius)
- Batuk
- Sesak
napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul
dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.
Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda
mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di
atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang
memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus
Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun
tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk
memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak
dengan orang lain.
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
- Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
- Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
- Pneumonia
- Infeksi sekunder pada organ lain
- Gagal ginjal
- Acute cardiac injury
- Acute respiratory distress syndrome
- Kematian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar